Sunday, August 8, 2010

Whispering in the night

I know I heard you cry that day but I wasn’t sure about this until today.


Tak madah tak nangis sebab tak sik dapat terima kenyataan tentang kita berdua. Bila tak madah macam ya, mek rasa sakit. Sakit sebab mek telah membuat tak menangis.
I don’t want you to cry and I wish I could wipe your tear.
Air mata tak sangat bermakna untuk mek. Hanya tuhan yang mengerti rasa dalam hati mek.
I know I don’t have other choice but choosing to move on without you.
Mungkin mek patut belajar menerima insan lain selain tak dalam hidup mek. Tiada hati yang ingin menangis. Begitu juga hati tak dan hati mek.
I know when the right time comes, you will be able to live without my shadow. You will be living under your own sunshine.

Bila masa ya tiba, satu dunia akan menjadi dua dunia, satu hati akan menjadi dua hati dan masing-masing akan membawa haluan sendiri. Kita akan menyepi untuk bertahun-tahun hingga takdir menemukan kita kembali mun ya tertulis lam takdir. Mungkin kita akan bertemu tapi dah sik kenal antara satu sama lain. Kita mungkin hidup dalam dunia yang berbeza.
Perhaps this might be our future. No matter what is our ending, life must go on. Promise me that you will lead a happy life. Promise me you will walk through this war. Promise me to take good care of people who love you. Promise me to take good care of yourself. That’s all I’m asking. Not too much, not too little.

Cinta ini menyatukan kita dan cinta juga memisahkan kita. Apapun yang terjadi, tok jalan yang tak pilih dan mek tetap dengan keputusan mek untuk pergi sinun. Moga tok jak jalan yang terbaik untuk kita berdua.

I’ll love you till the end


No comments:

Post a Comment